Tuesday, 23 August 2016

10 Manfaat Membacakan Buku Cerita Sejak Dini

"Buk, kok sempat sih pakai acara bacain cerita sama bocah-bocah. Kan seharian sudah capek, pulang kerja, kalau aku sih males awang-awangen,"  celetukan teman di kantor. 


Nyulik foto krucil keponakan dan Emaknya  

Ehem... saya sih seperti biasa cuma senyum. Hanya menjawab, "Ya disempetin, karena yang melindas kepenatanku seharian ya ritual bercerita sambil gulang-guling di kasur." *nyengir.  Mau cerita panjang lebar juga bingung, sebab kebiasaan itu sudah dimulai sejak lama, jadi sudah nagih.


Dan, kalau Ayah Bunda tahu manfaatnya, bakalan nggak akan males dan aras-arasen lagi deh. Nih saya kasih tahu manfaat membacakan buku cerita sesuai yang saya rasakan. 

1. Menumbuhkan kelekatan dan kedekatan dengan ayah ibu.


Biasanya membacakan buku cerita kan sambil santai-santai, baring-baring di kasur atau ketika anak-anak masih kecil dipangku atau tidur-tiduran di pangkuan Ayah atau Ibu. Kedekatan dan kelekatan ini membuat anak merasa nyaman, sentuhan, ekspresi dan suara ibu atau ayah juga akan direkam erat di memori anak, terutama usia bayi atau balita. Berdasarkan yang saya baca, perasaan nyaman pada anak, membuatnya tumbuh menjadi anak yang percaya diri.


2. Ada nilai-nilai yang  disampaikan kepada anak

Anak-anak adalah ibarat kaset kosong, yang merekam dengan baik segala apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Dengan rajin membacakan cerita, yang mengandung nilai-nilai positif, seperti cerita siroh tentang nabi dan rosul, cerita fabel, dll. InshaAllah nilai-nilai baik itu kelak akan direfleksikan pada perilakunya. 

Saat menjelang tidur adalah waktu yang menurut saya paling tepat untuk membacakan buku cerita, karena kita dalam keadaan rileks. Juga bisa meredam polah tingkah anak-anak yang biasanya masih pecicilan meski sudah larut. Kalau sudah didongengin sambil baring-baring, liyer-liyer aman deh.

Yang saya tahu, justru saat di ambang tidur itu, gelombang otak  dalam kondisi teta sehingga lebih bisa merekam nilai-nilai kebaikan di memori bawah sadarnya. *Daan, biasanya saya sudah hampir lewat, bablas, anaknya masih seger minta terus disambung ceritanya :D 

3. Memberikan pengetahuan baru.

Jangan khawatir, meskipun anak-anak belum bisa membaca, tapi mereka bisa melihat, mendengar, merasakan dan merekam. Sebab, dulu saya sering banget dicemooh, "Hallah wong bayi belum bisa baca, malah eman-eman bukunya dikruwes" *abaikan saja hihi dulu belum ada board book atau soft book jadi diterima aja buku dikruwes.

Jalinan cerita yang didengar, dan gambar warna-warni yang dilihat memberikan pengetahuan baru, dan merangsang daya pikir dan imajinasinya. Dan, selanjutnya harus menyiapkan stok sabar menjawab rentetan pertanyaan dari mulut mereka. "Kok begini. Kok begitu. Ini kenapa? Itu kenapa? "


4. Mengembangkan keterampilan berbahasa anak


Selain menambah pengetahuan, membacakan cerita akan melatih kemampuan berbahasa anak. Sepengalaman saya, anak-anak sudah lancar bicara ketika berusia 1 tahun. Perbendaharaan kata juga lebih banyak. Ketika nanti sekolah, anak-anak sudah biasa mendengar gurunya bicara di depan kelas. Beda jika anak-anak biasa melihat TV dengan komunikasi searah dan gambar yang berkelebat cepat. Pasti anak anak males mendengar guru berbicara di depan.


5. Mengembangkan keterampilan motorik anak

Apalagi buku-buku sekarang sudah beragam. Mulai buku untuk bayi, batita, balita, hingga usia SD sudah lengkap. Desain buku anak yang unyu, menarik, ada lembar kreatifitas, ada buku yang menguarkan bau wangi, ada buku yang bisa disusun, buku yang bersuara, membuat motorik anak-anak ikut terlatih. 

6. Memaksimalkan kecerdasan pada anak

Berdasarkan penelitian, anak-anak yang terpapar bayak bacaan pola aktivasi otaknya akan berbeda dengan anak yang jarang dibacakan buku. Karena di usia itu, simpul-simpul otak sedang tumbuh dan saling menyambung, jika otak diaktifkan dengan dibacakan buku, maka simpul-simpul itu akan lebih cepat dan maksimal berkembangnya. Jadi tidak usah menunggu anak besar, sejak dalam kandungan bayi sudah bisa dibacakan buku cerita.

7. Mengasah kemampuan anak untuk mendengarkan

Yes!  Mendengar adalah sebuah ketrampilan yang harus diasah. Melatih empati dan simpati anak, untuk mendengarkan orang lain berbicara.  Juga melatih jika nanti anak masuk sekolah. Kalau nggak dilatih mendengarkan, bisa bosen mendengar guru ngomong di depan kelas. 

8. Menanamkan cinta buku.

Membacakan cerita, berarti orang tua telah selangkah lebih maju mengenalkan sebuah benda jendela pengetahuan. Buku. Perkenalan sejak dini dengan BUKU akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku, selanjutnya anak akan semangat belajar membaca, kemudian menulis. 


9. Menumbuhkan minat baca yang akan terus menyala seumur hidup

Alhamdulillah... sampai anak-anak beranjak remaja, minat bacanya semakin menyala memang betul. Bahkan, kalau ngemol, yang dituju anak-anak pasti toko buku.

Seperti wahyu yang pertama diterima oleh Rasulullah adalah perintah membaca. "Iqra!"  Bacalah!  dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. 

10. Menjadi Jejak Sederhana yang Akan Selalu Dikenang

Dengan membacakan buku cerita kepada anak, semoga akan menjadi jejak sederhana dari Ayah dan Ibu, yang akan selalu dikenang dan dirindu kelak ketika anak-anak telah dewasa. 

Nyomot dari album foto @ SNC 

Jadi, tunggu apalagi? Bacakan buku cerita buat anak-anak tercinta. 


4 comments:

  1. pengen bgt bisa telaten bacain buku cerita ke anak2 kelak mbak... semoga bisa dan gak kalah sama ngantuknya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga :) Nah itu dia yang sering terjadi Emaknya bablas duluan:D

      Delete
  2. alhamdulillah, sejak masih bayi, saya suka membacakan buku buat Fahmi. Meski saat itu bukunya masih bentuk kain dan plastik pop up. Sekarang bukunya sudah mau yang aneh-aneh, mau dibacakan buku kisah nabi, binatang dan pernah minta dibacakan buku tentang robot!

    Membaca sejak dini memang banyak manfaatnya ya Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku bacaan anak sekarang semakin beragam ya. Selamat membacakan buku cerita buat Fahmi mak Okti Li :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...