Monday, 29 August 2016

#SaveLaguAnak, Rindu Lagu Anak-Anak Era Tahun 80-90 an

Bulan Agustus hampir berakhir. Sekitar dua pekan ini, hampir di setiap gang RT, balai RW atau balai desa diadakan pentas seni untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI.  Tentu saja anak-anak berlomba-lomba ikut meramaikan dengan penampilannya yang cukup memukau. 

Namun, zaman telah jauh berbeda dan berubah. Dari sekian lagu yang mengiringi pementasan anak-anak itu, saya tidak menemukan satu pun lagu anak-anak, dengan lirik meng-anak yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik. Anak-anak lebih familiar dengan melody dan lirik lagu-lagu Cita Citata atau lagu goyang oplosan yang sempat booming itu. Astaghfirullah... padahal kalau dengar liriknya rasanya kuping gatel dan hati jadi miris. 


Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan bernyanyi


Rupanya keresahan dan kegundahan hati saya, nyambung dengan tema ODOP yang dilempar oleh Mbak Ani Berta, #SaveLaguAnak.  Memang kalau di amati, setelah masa kanak-kanak Joshua, Tasya, Sherina, Trio Kwek-Kwek dan penyanyi cilil semasanya berlalu, maka berlalu pulalah era lagu anak-anak. Anak-anak seperti kehilangan jati diri mereka.  

Entahlah... saya pun tidak seberapa mengamati. Karena sejak mengemban amanah sebagai ibu, saya sangat jarang berinteraksi dengan televisi. Kedua putri saya masih sangat beruntung, karena lahir  di akhir tahun 1999 dan awal tahun 2000 jadi masih sempat menikmati dan mengkoleksi kaset dan CD lagu-lagu sepanjang masa, seperti lagu "Anak Gembala" , "Paman Datang dari Desa", dan "Libur Tlah Tiba" yang dinyanyikan kembali oleh Tasya. Bahkan lagu "Jangan Takut Gelap" duet Tasya dan Duta Seila on 7 menjadi favorit si Sulung saat belajar tidur dengan lampu dimatikan. 

Kupu-Kupu
Cipt. Ibu Sud

Kupu-kupu yang lucu
Kemana engkau terbang
Hilir mudik mencari
Bunga-bunga yang kembang

Berayun-ayun

Pada tangkai yang lemah
Tidaklah sayapmu
Merasa lelah




Saya ingat sekali, waktu saya TK, lagu ciptaan Ibu Sud yang melegenda ini mengiringi tarian, dengan kostum kupu-kupu yang indah. Lalu teman yang lain, menari, gerak dan lagu dengan diiringi lagu menanam jagung. Rindu sekali masa-masa itu.

Seperti kebiasaan membaca buku, atau mendengarkan cerita, mendengarkan dan mendendangkan lagu anak-anak adalah media belajar yang sangat menyenangkan bagi mereka. Anak-anak belajar, tanpa merasa digurui. Syair-syair indah yang sederhana, namun sarat makna mereka dendangkan, diulang-ulang, dan menjadi kebiasaan baik, budi pekerti luhur, juga motivasi.

Saya ingat betul lagu "Bunda Piara" yang saat itu seperti menjadi lagu wajib. Hampir setiap anak pada era 80 - 90 an hafal lagu itu. Lagu yang membuat hati kanak-kanak kami meleleh, sayang pada sosok Ibu. 

Menarik mundur ke belakang, generasi seumuran saya yang lahir di awal tahun 70 an  sekian masa kanak-kanak kami ceria bersama lagu-lagu Chica Koeswoyo, Adi Bing Slamet, Yoan Tanamal, Bobby Sandora, Ira Maya Shopa, Puput Novel dan seangkatannya. Kami juga tumbuh dengan lagu-lagu ciptaan Bu Kasur, Pak Kasur, Ibu Sud, A.T Mahmud yang sangat melegenda. 

Lalu, anak-anak sekarang menyanyikan lagu anak-anak apa? Kita lah sebagai orang tua seharusnya yang paling bertanggung jawab. Tapi bingung juga kan ya? Para orang tua zaman sekarang pasti bingung juga, materi lagu anak-anak baik di televisi ataupun di radio sudah tidak terdengar gaungnya. Dan memang sepertinya regenerasi penyanyi cilik juga putus, sejak Joshua dan teman-temannya meremaja dan dewasa. 

Untuk menawar rindu para orang tua, sekaligus belajar sambil bergembira bersama anak-anak, tips-tips ini mungkin bisa dicoba. Sambil menunggu lagu anak-anak bangkit kembali. 


  • Membongkar memori  Ayah dan Ibu tentang lagu anak-anak dulu, bernostalgia kembali menyanyikannya sambil mengasuh anak-anak.
  • Jika masih menyimpan kaset, CD atau VCD lagu-lagu anak-anak bisa diputar ulang. Atau, karena zaman sudah berubah, mungkin bisa mendownloadnya, disimpan di gadget.
  • Memilih lagu-lagu dengan lirik yang pas dan sesuai dengan apa yang ingin atau sedang diajarkan atau dibiasakan kepada anak-anak. Seperti memilihkan lagu-lagu religi dengan lirik dan irama yang menarik. Dulu, yang saya tahu kasetnya bunda Neno atau lagu-lagunya Sulis dan Hadad Alwi, atau lagunya Rachel Amanda duet dengan Opick. Namun sekarang mungkin lebih mudah mencari di internet.
  • Jika Ayah Ibu kreatif, bisa mengarang lirik sendiri,seperti lirik rukun islam, shalawat, asmaul husna lalu mendendangkannya dengan melody dan nada yang dikarang sendiri, atau meniru nada lagu yang sudah ada tinggal mengganti liriknya. Dulu guru di TK dan SD bocah-bocah saya sering begitu, mengarang lagu atau lirik sendiri. Saya juga pernah mencoba, ngasal melodynya liriknya juga ngarang sesuai pesan yang ingin saya sampikan hihi. Yang penting anak-anak senang dan pesan pun tersampaikan.

#SaveLaguAnak, mengingatkan saya pada acara Hitam Putih yang mengangkat kepedulian para mantan penyanyi cilik yang dimotori oleh Joshua Suherman. Karena keprihatinan mereka, bersatu padu melakukan kampanye, untuk menghidupkan kembali lagu anak untuk anak-anak Indonesia dengan membuat project nirlaba berupa official video berjudul "Selamatkan Lagu Anak" yang telah diunggah ke Youtube pertengahan bulan Agustus ini.  



Terimakasih Joshua, Kak Ria Enes, Kak Nunu, Papa T. Bob dan teman-teman para mantan penyanyi cilik yang masih peduli pada keberlangsungan hidup lagu anak-anak. Semoga dengan kampanye #SaveLaguAnak, mengembalikan keceriaan dan kegembiraan anak-anak Indonesia sesuai fitrahnya.  

15 comments:

  1. Saya juga suka dengan lagu Bunda Piara. Saya ajarkan ke Salfa masih belum bisa hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya itu lagu wajib anak TK jaman dulu yo mbak. Duuhh... jadi kangen Salfa :)

      Delete
  2. Dulu saat saya kecil sukanya lagu-lagu kebangsaan, seperti tanah airku, gugur bunga, garuda pancasila, maju tak gentar...pokoknya lagu-lagu yang patriotik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya juga suka. Rasanya semangat ya kalau nyanyi lagu-lagu itu. Sekarang kayaknya kok jarang ya, anak-anak berdendang lagu-lagu perjuangan. Salah satu yang perlu dibangkitkan kembali "lagu perjuangan" :)

      Delete
  3. Walau sudah dewasa, saya pernah beli kasetnya lagu anak-anak Sherina
    waktu itu pengin next buat anak saya, ee skrg sudah rusak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau kaset cepet rusak, koleksi kaset lagu anak-anak saya juga sudah diolor-olor pitanya

      Delete
  4. Lagu Kupu-kupu sama Bunda Piara aku juga suka, iramanya enak diperdengarkan sampai aku sudah menjadi ibu-ibu seperti sekarang ini,

    ReplyDelete
  5. lagu2 anak terbaru memang sudah lama tdk ada. saya pun mengajari anak2 saya lagu2 anak adalah lagu2 anak yg dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Santi, makanya anak-anak sekarang kehilangan masa berjayanya lagu anak.

      Delete
  6. iya bu ... saya kadang rindu melihat anak-anak menyanyikan lagi sesuai usianya. Rasa sayang serasa bertambah dan ngegemesiiin gitu. Tapi kalo ada anak2 yang nyanyikan lagi dewasa kok rasanya risih ndengerinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bu,rindu. Dan nggak sepantasnya menyalahkan anak-anak, wong yang mereka dengar berulang dari TV atau radio ya lagu-lagu dewasa semua.

      Delete
  7. Pentas di panggung lengkap dengan lagu anak-anak dan kostum cantik ituuuu sesuatu banget ya mba, sekarang keknya uda jarang ditemui :(
    Kostumnya kostum kekinian hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa...lihatnya lucu, lugu, polos. Eh kostum kekinian itu kek gimana yo mbak? :D

      Delete
  8. sekarang sudah ga ada lagu anak2 ya. adanya penyanyi anak2 lagunya orang dewasa :(

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...