Showing posts with label Curhat Emak. Show all posts
Showing posts with label Curhat Emak. Show all posts
Sunday 14 April 2013

Bubak Kawah, Kerusuhan yang Ditunggu :)

Bulan April ini hampir dua minggu belum berbagi di sini. Ada saja alasannya, Nah saat tak sengaja membaca postingan teman yang berbagi link lomba "#8MingguNgeblog" oleh komunitas blogger makassar ANGIN MAMIRI, wahh... lumayan nih bisa untuk mancing ide nulis dan ngisi blog :), dan  postingan ini diikutkan dalam 8 minggu ngeblog bersama anging mammiri, minggu pertama. 




                Bulan ini, berlembar-lembar undangan pernikahan menumpuk di meja. Hampir tiap minggu bisa dipastikan menghadiri undangan pengantin.  Nah, yang mungkin paling berkesan, karena di antara perhelatan mantu itu, yang punya hajat adalah tetangga persis di depan rumah. Mantu puteri pertamanya. Dan ini adalah perhelatan mantu pertama di gang kami. Sebab sebagian besar warga memang keluarga muda. Jadi serasa ikut nduwe gawe

Sunday 31 March 2013

Hasil, Seiring dengan Ikhtiar dan Doa


Hasil ujian Munaqosyah


Sabtu, 16 Maret lalu Aisya ikut ujian munaqoshah di sekolah. Ujian yang dilaksanakan  oleh Ummi fondation bagi anak-anak yang sudah melewati hafalan juz 30, ghorib, tajwid dan tentu saja khatam Alqur'an dengan tartil

Sebelumnya saya sempat was-was, dan bertanya dalam hati. Bisa nggak ya? Bukannya saya meragukan kemampuan anak, tapi Aisya memang agak lemah untuk makhraj dan tartilnya. Padahal pengujinya dari tim Ummi Foundation, yang sudah pasti sangat peka pendengarannya. 

Sunday 24 March 2013

Tiga Kota Satu Cinta

Alun-Alun Tegal (koleksi pribadi) Alun-Alun Malang (foto dari Wikipedia) Alun-Alun Sidoarjo diambil di sini



Kebetulan dalam sepanjang perjalanan hidup yang telah saya lalui, saya mempunyai  TIGA kota kenangan. Tiga kota yang telah membawa saya menuliskan sejarah  hidup (ciee… mulai lebay) .  TIGA kota yang akan lekat dalam memory, yang merekam banyak cerita tak terlupa.

Sunday 17 March 2013

Saya, Dulu dan Sekarang

Saat jalan-jalan dari blog ke blog, saya menemukan woro-woro give away yang diadakan oleh Bunda Yati Rachmat. Wahh ... kayaknya cocok dan mudah nih. Memang akhir-akhir ini saya males kalau ada informasi lomba blog yang tema dan persyaratannya ribet. *jangan ditiru ya :))

Lomba kali ini hanya memposting dua foto diri dulu dan sekarang. Gampang banget kan? :) Langsung saya mencari foto jadul. Tapi ternyata foto-foto jadul saya kebanyakan masih berbentuk cetak. Maklum zaman dulu belum ada kamera digital. Dan foto-foto jadul saya pun masih terbuka a.k.a belum menutup aurat dengan sempurna. Akhirnya saya pilih foto ini, karena satu-satunya foto jadul dengan pakaian sempurna yang sudah saya scan. Foto ini diambil sekitar tahun 1992 awal-awal saya memakai jilbab. Saat masih berstatus mahasiswa wannabe

Friday 8 March 2013

Silaturahmi Pengantin (dimuat di Gado-Gado Femina)

 Alhamdulillah tulisan kedua rubrik gado-gado. Dimuat di Femina edisi 3 Bulan Februari tahun 2013 :)  
Syarat teknis: font Arial 12, spasi 2, maksimal 3 halaman folio. Tulisan belum pernah dimuat di media cetak atau online. Dikirim ke kontak@femina.co.id. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.



Tuesday 26 February 2013

AISYA & KELAB PENULIS CILIK

Hari Ahad tanggal 10 Februari kemarin, saya dan anak-anak menuju Ciwalk Sidoarjo. Dengan tujuan untuk mengikuti workshop menulis yang diselenggarakan oleh Kelab Penulis Cilik yang dibina oleh Bunda Sofie Beatrix. 

Workshop menulis ini diselenggarakan dalam rangka road show ke 4 kota, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang. Awalnya mendengar info ini dari Mbak Dian Kristiani. Agak maju mundur ikut atau tidak, terserah Aisya, soalnya dia moody banget.Tapi yang saya tahu, Aisya memang sangat suka menulis a.k.a corat-coret di buku notes, kertas bekas undangan, bon belanja, pokoknya apa saja yang bisa menjadi sasaran corat-coret. Dan ini kadang yang bikin ibu ngomel, sebab kadang sasarannya tidak pandang bulu, buku paket pelajaran, buku agenda Ibu, juga menjadi sasaran. Kalau lagi rajin dia corat-coret di Blog atau disimpan di komputer.


Saturday 23 February 2013

Bangga Bisa Menjadi Bagian dari FLP


Dulu, nama FLP hanya akrab di telingaku saja. Menjadi bagian dari komunitas ini adalah mimpi yang sangat jauh di awang-awang. Saat aku mengenal komunitas ini, meski hanya sebatas nama saja, aku sudah disibukkan dengan dunia kecilku. Dunia ibu dengan segala serba sebi kerepotan dan jumpalitannya. Dunia yang membuat aku sejenak memendam hasrat menulisku.

Friday 11 January 2013

POSTING PERTAMA DI TAHUN 2013

 Tak terasa sudah berganti tahun lagi. Rasanya baru kemarin menginjak tahun 2012, dan belum banyak melakukan sesuatu yang cukup berarti. Meskipun begitu, sangat bersyukur masih diberi kesempatan oleh Allah, semoga bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari tahun kemarin. 

Seperti tahun yang sudah-sudah, saya tidak pernah membuat resolusi tertulis. Hanya membisikkannya pada Allah, dan merawat mimpi-mimpi itu dengan ikhtiar dan doa tak putus.

Sedikit mengingat pencapaian-pencapaian di tahun lalu, sepertinya pencapaian terbesar saya adalah bisa mengawal kakak melewati UNAS dengan hasil yang cukup membanggakan, karena diperoleh dengan kerja keras dan kejujuran 100%. Alhamdulillah ... akhirnya bisa mengikuti pilihan sekolah kakak yang mantap memilih masuk SMPIT berbasis pesantren, meskipun awalnya ragu, bukan karena apa-apa tapi karena saya belum tega melepas dia  tinggal di asrama. Eh, teringat wong saya saja pisah dengan Mama, saat lulus SMA, lha ini lulus SD sudah mau pisah :( Tapi insyaAlloh ini adalah pilihan yang terbaik, semoga kakak bisa menuntut ilmu dunia dan akhirat dengan seimbang. 

Wednesday 26 December 2012

Catatan Cuap-Cuap di KMA FLP Sidoarjo

Bismillahirrahmanirrahiim,


Alhamdulillah, acara KMA tanggal 23 Desember 2012 bisa berjalan lancar. Meskipun ada sedikit kendala, karena saya datang lebih lambat dari waktu yang telah disepakati, maaf... seperti biasa yang menjadi alasan pasti kerempongan khas ala emak-emak (alasan! :)). Kebetulan kemarin harus ngedrop anak dulu di hotel Sun City, nggak cuma ngedrop tapi mengantar sampai tempat acara (kakak ikut seminar/talk show  remaja bertema 'Muda, Berkarya dan Mandiri' yang diadakan oleh 'Salimah')  , plus basa basi sebentar karena kebetulan yang menerima tamu mbak Ika Safitri, teman FLP angkatan I, yup jadilah kita ngobrol dulu sebentar.

Sampai di depan markas FLP Sidoarjo, teman-teman FLP Sidoarjo angkatan 3 sudah banyak berkumpul. Duhh ... langsung deg-degan, salting nggak karuan. Gue telat nih. Pasalnya juga, sebenarnya tugas utama diemban oleh Mas Zein, saya hanya mendampingi sebagai penggembira, ya santai aja kan sudah ada mas Zein El-Arham yang lebih kompeten. Olala... ternyata inbox mbak Wiwik bikin kaget, sampai bikin koprol jantung si Emak. Ternyata mas Zein berhalangan, karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan (maklum ... beliau memang orang penting teman-teman ^_^ )

Wednesday 19 December 2012

Mereka Memang Unik

Nurul Fikri, 08 Desember 2012


Hari ini, bertepatan hari sabtu menjelang UAS. Seperti biasa, sejak dua hari kemarin Aisya sudah woro-woro, mengulurkan lembar undangan untuk menghadiri pertemuan orang tua murid di sekolah. Sudah bisa ditebak, acara yang dibahas tentu saja persiapan seputar UAS, membagikan foto copy kisi-kisi materi UAS dan ngobrol tentang anak-anak. 

Untuk masalah kognitif alhamdulilah Aisya berada di level aman, Nilai afektif (sikap)juga masih aman, meski sekarang saat kelas 5, terasa perubahan yang tajam. Aisya jadi lebih gigih mempertahankan pendapatnya eh, tapi menurut saya sih sering ngeyel *versi emaknya (padahal, kalau menurut Aisya tuh dia gigih mempertahankan pendapat dan kemauannya hihi), suka protes * kembali lagi yang diprotes pasti emaknya :( dan yang lebih bikin ngelus dada, cerobohnya minta ampun. Terutama untuk masalah alat tulis dan buku-buku pelajaran. Belum habis satu semester, sudah menghabiskan berlusin-lusin pinsil dan penghapus. Kalau nggak hilang, dipinjem teman, ketinggalan dan seribu satu alasan lainnya. Alqur'an, buku tajwid, buku tulis, buku paket, sudah lecek bahkan sampai lepas sampulnya (padahal kalau emaknya mau berbaik sangka, harusnya bangga karena jadi lecek begitu karena rajin dibaca :))

Thursday 15 November 2012

Anugerah Terindah

14 November 1999
14 November 2012


Hari ini 13 tahun yang lalu
Saat tangismu pecah
Mengantar anugerah terindah
Penyejuk mata, penghangat hati
Tak terasa kini...
Tangismu tlah menjelma senyum
Rengekanmu tlah berubah Kicauan merdu juga sumbang
Aroma itu tlah berganti
Menguarkan harum dari
Kuncupmu yang mekar satu-satu
Semoga hati dan akhlakmu selalu wangi
Dan berkah Alloh selalu menaungi setiap langkahmu

Doa ibu tak pernah putus untukmu


Rasanya baru kemarin Ibu menggendong dan menimang-nimangmu. Kini kau telah menjelma menjadi bunga. Happy millad anakku, barakalloh. Semoga menjadi sholihah yang bermanfaat.Luv u selalu

dari waktu ke waktu

*kembali terkenang 13 th yang lalu saat Alloh memberi anugerah terindah-Nya 
Saturday 10 November 2012

Zebra Cross (Apa Fungsimu?)

Kondisi Zebra Cross di ambil dari Sini


             Sebagai pejalan kaki, saya sering merasa tidak mempunyai hak di jalan raya. Jalan raya yang padat dengan lalau lalang kendaraannya, hampir semua ruasnya tersita oleh kendaraan bermotor. Bahkan bahu jalan, dan trotoarnya yang notabene hak pejalan kaki seringkali dirampas saat lalu lintas padat dan macet.
Yang paling bikin miris hati, zebra cross yang disediakan untuk menyebarang para pejalan kaki agar lebih aman pun, dirampas oleh para pengemudi kendaraan, terutama kendaraan roda dua. 

        Sepertinya para pengendara sudah tak bisa mengenal warna , hingga zebra cross yang jelas terlihat berwarna hitam putih diterjang. Seharusnya, saat mendekati traffic light yang menyala kuning, atau merah, para pengendara mengurangi laju kendaraannya. Dan ketika lampu merah menyala, mereka seharusnya berhenti di batas yang telah ditentukan.

       Tapi pada kenyataannya, kebanyakan para pengendara melaju terus hingga di atas zebra cross bahkan di depannya. Akhirnya para penyeberang jalan sering bingung dan ngeri saat menyeberang. Bagaimana tidak ngeri, saat lampu hijau tanda aman menyeberang menyala, para pengendara terus saja melaju kencang. Mereka melewati batas, berhenti di atas hinga di depan zebra cross.

      Karena berhenti di atas zebra cros, akhirnya penyeberang harus berjalan di sela-sela kendaraan. Sungguh sangat tidak nyaman. Rasanya gemas, hak saya sebagai pejalan kaki benar-benar tidak hiraukan. Apalagi saya termasuk segelintir orang yang takut menyeberang :)) Terlintas pikiran apa sebaiknya di semua ruas jalan sebelum zebra cross atau traffic light , dibuat polisi tidur atau garis kejut. Agar para pengendara terpaksa mengurangi laju kendaraannya. Atau yang lebih ekstrim lagi, di ruas jalan yang ramai, selain garis kejut bisa ditambah palang pintu lampu merah. Agar para pengguna jalan raya yang hendak menyeberang merasa aman dan nyaman, menyeberang di tempatnya.

*Cuap-cuap karena sebal dan gemas, wong sudah menyeberang di tempatnya, saat tanda lampu hijau dengan gambar orang berjalan menyala, eehhh ... tetap saja kendaraan-kendaraan itu nyelonong.
Wednesday 24 October 2012

Belajar Tidur Sendiri


Melatih anak untuk tidur sendiri terpisah dari orang tua, menurut saya pribadi adalah moment yang cukup berat yang harus dilalui baik oleh anak maupun orang tua, terutama ibunya. Bayi yang selama ini ditimang-timang dan dikeloni harus lepas dari pelukan saat tidur. Saya pribadi termasuk ibu yang tidak tega kalau harus berpisah tidur dengan anak sejak dini (usia batita). Meskipun dari segi perkembangan anak (menurut Dra Erry Soekresno) di usia 2-3 tahun sebenarnya anak sudah siap untuk tidur sendiri, dan dorongan untuk mandirinya juga besar. Namun bukan berarti di usia itu secara ekstrim menyuruh anak untuk tidur sendiri langsung tanpa tahapan. Mulai usia 2-3 tahun anak sudah bisa pelan-pelan mulai dilatih, hingga anak nantinya anak akan siap untuk benar-benar tidur terpisah di usia 7 tahun.

Monday 15 October 2012

Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran

Miris, menyaksikan tawuran pelajar termasuk mahasiswa kembali marak lagi akhir-akhir ini. Saya sampai tak kuasa menahan air mata saat melihat orang tua korban (meninggal) akibat tawuran menangisi anaknya yang pulang dalam keadaan tak bernyawa. Orang tua mana yang tak sedih dan pedih ditinggal anaknya, apalagi dengan kondisi 'mati konyol' menjadi korban tawuran.

Tawuran pelajar sangat mencoreng wajah pendidikan di negeri ini. Para pelajar yang seharusnya menjadi generasi penerus, membuat perubahan ke arah yang lebih baik justru berbuat kondisi negeri yang sedang gelisah semakin resah.

Kalau mencari siapa yang paling bersalah, tentunya yang ada hanya saling tuding menyalahkan. Dan tak akan menyelesaikan masalah. Yang perlu dicari adalah cara mencegahnya. Saya sebatas menyampaikan pendapat pribadi tentang mencegah tawuran sebatas kacamata saya sebagi seorang ibu.

Tak dipungkiri bahwa, jaman telah berubah. Anak-anak sekarang hidup di zaman yang berbeda dengan zaman orang tuanya dulu. Mereka hidup di zamannya. Zaman yang semakin mengglobal, zaman yang lebih mengedepankan kwantitas daripada kwalitas. Anak-anak hanya dituntut untuk mengejar kecerdasan kognitifnya tanpa mempedulikan potensi kecerdasan lainnya. Dalam hal ini kecerdasan emosi dan spiritualnya. Sehingga anak-anak tumbuh menjadi manusia-manusia yang hanya cerdas akademis tapi empati, dan hati nuraninya tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Bahkan cenderung mati. 
 
Anak-anak sekarang lebih akrab dengan mesin dan teknologi dari pada berinteraksi dengan sesama manusia. Anak lebih akrab dengan gadget, game online, televisi dari pada berinteraksi fisik dengan teman sebaya atau orang tuanya. Permainan satu arah itu cenderung membuat anak menjadi egois, ingin menang sendiri, tak peduli dengan perasaan orang lain, karena mereka berinteraksi dengan benda mati. Sedangkan Permainan tradisional sangat penting untuk melatih anak-anak mengetahui aturan main, rasa guyub, dan sportifitas.
Maka dari itu, menanamkan anti tawuran perlu dilakukan sejak dini. Sejak anak-anak masih di bangku sekolah dasar bahkan bisa lebih rendah lagi. Karena mental tawuran bukan muncul tiba-tiba, tapi karena sebuah proses yang berlangsung terus menerus dari kebiasaan, tontonan, bacaan, atau lingkungan.

Beberapa cara Mencegah tawuran sejak dini:
  • Menanamkan nilai kasih sayang, dari lingkungan terdekatnya. Orang tua, dan keluarga. Jika anak sudah terbiasa dengan pola asuh penuh kasih sayang, maka hatinya akan lembut. Menanamkan nilai kasih sayang ini termasuk di dalamnya nilai-nilai spiritual (agama), akhlak, dan budi pekerti. Jadi sejak dini anak sudah terbiasa untuk menimbang apapun dengan hati, didasarkan pada nilai-nilai agama. 
      
  • Membangun sinergi antara orang tua, anak, dan guru (sekolah). Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Pendidikan adalah hubungan timbal balik antara orang tua, anak didik, dan guru. Menempatkan anak sebagai subyek pendidikan, bukan obyek pendidikan, sehingga anak-anak merasa dihargai dan dimanusiakan.

  • Membekali dengan ilmu kehidupan dan pendidikan karakter. Umumnya, anak-anak di sekolah hanya diajarkan untuk pintar menulis, membaca dan berhitung. Ilmu-ilmu yang membuat otaknya penuh dan stress. Padahal di kehidupan nantinya, anak-anak perlu ketrampilan hidup. Seperti, berani menolak sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuraninya, mampu mengendalikian emosi, bisa mencari solusi atas permasalahan dirinya, sehingga tidak mudah frustasi dan lain sebagainya.. Maka sebaiknya, orang tua atau sekolah mengajarkan ilmu-ilmu kehidupan ini sejak dini. Ilmu kehidupan bisa di dapat dari kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan permainan tradisional, permainan tim, dan berinteraksi dengan alam sekitar.
     
  • Keteladanan. Anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa. Semua ilmu, teori, dan pendidikan sebagus apapun tidak akan berhasil sempurna tanpa keteladanan. Orang tua, guru, pemimpin selayaknya memberikan teladan yang baik. Dan bagian yang terpenting dan utama adalah keteladanan dari orang tua. Saya sangat setuju jika ibu adalah sekolah pertama buat anak-anaknya. Ibu lah yang pertama kali mencontohkan dan mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang patut ditiru mana yang tidak, mana yang harus ditolak dan mana yang harus diterima
     
  • Perlunya pendampingan. Semua orang tua harus sadar, bahwa di zaman modern dan serba global, anak-anak tidak bisa tidak didampingi. Zaman dulu mungkin anak dilepas begitu saja tidak masalah, karena lingkungan masih bersih, belum ada sinetron, game online, internet, PS, dan sebagainya. Tapi berbeda dengan anak-anak sekarang. Mereka lebih kritis dan pintar, tapi jika mereka menyerap semua itu tanpa didampingi mereka akan meniru dan mempraktekkannya tanpa di saring. Karena anak-anak belum bisa membedakan imajinasi dan realitas. Suatu hal-yang dilakukan terus-menerus saat dia besar akan memjadi sebuah kebiasaan. Sebaiknya jauhkan anak-anak dari tontonan, atau game-game yang melibatkan kekuatan fisik, kecuali dengan pendampingan, sehingga mereka tahu mana yang boleh ditiru, mana yang tidak.

Dan semua itu adalah proses panjang yang harus dilakukan terus menerus hingga mereka besar, memasuki usia remaja hingga beranjak dewasa. Semoga suatu hari nanti tak ada lagi berita tawuran antar anak sekolah yang menimbulkan korban jiwa. Saya punya puisi yang cukup menyentuh tentang anak yang saya dapat saat mengikuti sebuah kelas parenting, dapat dibaca di sini. Semoga bermanfaat  :)


Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu:Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran





Wednesday 10 October 2012

Belajar Syukur dari Aisya

Lama saya tidak update di sini. Anak jaman sekarang cenderung lebih kritis, terbuka dan langsung protes bila ada yang tidak sesuai menurutnya.

Nah, begitupun dengan Aisya. Dia adalah kritikus handal buat saya. Banyak pelajaran berharga keluar dari mulut mungilnya. Salah satunya tulisan di atas itu. Curhat kecil yang nongol di tabloid Mom&Kiddie.

Yang perlu digarisbawahi, jangan suka guyon pada anak dengan mengucap kan "Anaknya siapa sih ini?" atau seperti saya, sering keceplosan kalo Aisyah bikin ribut saya sering mengadu pada Ayahnya dengan ucapan "Yah ... ini loh anakmu bla bal bla ...."

Untungnya Aisya tukang protes, dan langsung menyambar ucapan Ibunya "Ibu kok nggak bersyukur sih punya anak aku?"
"Gubrakk !"
Coba kalau itu terjadi terus menerus pada anak yang punya sifat pendiam dan tertutup. Bisa dibayangkan dia akan menyimpannya di hati dan selalu bertanya-tanya "Sebenarnya aku anak siapa sih?   Ini hanya pemikiran saya saja sih.... Tapi mungkin saja itu terjadi kan?

Mulai saat itu saya jadi hati-hati ngomong sama Aisya. hihihi kuatir kena semprot dan protes lagi. (Tapi tetap saja saya sering kena protes kalau saya tidak konsisten dengan ucapan dan tindakan saya ) Makanya jadi benar-benar harus hati-hati sebelum menasehati anak-anak. Saya harus instospeksi dulu sudah memberi contoh sesuai dengan yang dinasehatkan atau perintahkan belum??

*Sekedar catatan kecil karena PR yang bertumpuk belum sempat update di rumah cinta ini :)) 


Sunday 23 September 2012

Untung Tidak Lahir di Jalan

jejak kecil di Nakita edisi 703



Saat mengandung anak kedua, saya sudah berencana untuk melahirkan di rumah Ibu di Madiun. Semua sudah dipersiapkan.  Pagi hari, 10 hari lebih awal dari tanggal perkiraan dokter, saya merasakan kontraksi. Saya pikir hanya kontraksi semu.  Tapi semakin siang sakitnya tak beranjak hilang.  Karena sudah berencana untuk melahirkan di Madiun, saya tetap mengajak suami untuk pulang. Sepanjang perjalanan Surabaya-Madiun saya menahan rasa sakit, dan berusaha menyembunyikan dari suami agar tak cemas.  Sampai di Madiun, kami langsung menuju klinik bersalin.  Ternyata sudah bukaan empat. Alhamdulillah … untung bayiku tidak lahir di jalan :)


*Kisah seputar buah hati dan kehamilan, sesuai tema yang ditentukan setiap minggunya. Kirim ke nakita@gramedia-majalah.com

  ***

Sebenarnya judul awalnya 'Hampir Saja' sebelum diedit oleh redaksi Nakita.  Dan cerita dibalik layar sesungguhnya  lebih mendebarkan.  Malam harinya sebenarnya sudah terasa pinggang sakit luar biasa, tapi menjelang shubuh sakitnya mereda.  Pagi harinya, saya memutuskan untuk ke kantor, menenangkan suami kalau tak apa-apa, paling cuma kontraksi semu. Sebab berdasarkan pengalaman anak pertama, lahir 1 hari lebih lambat dari perkiraan dokter, padahal saya sudah cuti 2 minggu sebelum tanggal perkiraan.

Olala! Ternyata, sekitar jam 10 pagi rasa mules datang lagi, saya langsung telpon suami minta dijemput.  Sepanjang perjalanan, diam menerima ceramah suami yang katanya saya 'ngeyel' hehe. Dan suami menyarankan untuk ke klinik bersalin di Surabaya saja, tempat saya biasa periksa kehamilan. Lagi-lagi saya tetep ngeyel, pokoknya pulang aja ke Madiun.

Kebetulan hari itu hari Jum'at, saya berusaha tenang, dan menyuruh suami untuk sholat jumat dulu aja, sembari menunggu saya beres-beres. Berdua bergoncengan sepeda motor menuju terminal Bungurasih, dan kami sempat makan siang dulu lhoh di rumah makan ayam goreng cepat saji dekat ruang tunggu terminal, sembari menunggu bis patas ke Madiun :D  

Alhamdulillah... perjalanan lancar, meski sepanjang perjalanan menahan mules dan berusaha menyembunyikan dari suami, sampailah kami di Madiun dengan selamat. Putriku keduaku lahir hari Sabtu dinihari sekitar jam 02.30 , sehat tak kurang suatu apapun.  Sekarang kalau ingat pasti geli campur ngeri sendiri, nggak membayangkan kalau lahir di dalam bis bisa panik dan heboh semua penumpangnya :))

Jadi sadar bahwa kelahiran dan kematian benar-benar hak prerogatif Alloh. Dokter cuma bisa memprediksi saja dengan segala ilmu pengetahuan yang terbatas dibanding dengan ilmu Alloh yang maha luas.

Saturday 1 September 2012

Oalah .... :)))

Hah? ini tanggal berapa sih? Tanggal 31 Agustus, bahkan sudah berganti bulan.*tertegun, syok berat  Ternyata masih jet leg setelah liburan, lupa nama-nama hari apalagi tanggal.  Bukan karena apa-apa, ternyata dakuww banyak ketinggalan DT ngontes dan peluang menulis yang lumayan hadiahnya dan cucok juga temanya.
Hiks dan paling bikin sedih kelewat event bareng Femina dan teh Sari Wangi yang berhadiah berlibur ke bali bareng pasangan huhuhu... Padahal sebelum liburan mudik lebaran sudah siap dengan scan copy surat nikah segala.
Ya, memang belum rezekinya :) Meskipun kalau ikutanpun belum tentu menang tapi rasa leganya itu loh! Kalau bisa menuliskan cerita. Padahal temanya kena banget tuh buat curcol hehe 
"Pernahkah Anda mengalami saat-saat dimana gadget menjadi yang amat mengganggu saat Anda ingin berdua bersama pasangan?
Apa yang Anda lakukan supaya pasangan melepaskan gadgetnya sejenak? "

Nah, seru kan temanya!?  Kapan-kapan dibagi disini aja ah curcolnya ^_^


Tuesday 28 August 2012

Menabur Cinta di Dapur *_^

Ehmm ... nggak keliru Bu? Bukannya di dapur menabur garam atau gula?  Kalau kebanyakan orang memupuk dan menabur cinta di tempat-tempat keren, seperti tempat wisata, makan di restoran, atau jalan-jalan ke tempat yang indah dan romantis, kalau saya, seringkali justru memupuk dan menabur cinta di dapur *hwaa... mulai deh lebay dan alay kumat. Tapi beneran nih :D


Gambar diambil dari sini

Saya adalah type orang rumahan, sangat menikmati suasana rumah, kumpul keluarga dan pernak-perniknya. Dan pas ngumpul itulah kegiatan yang paling digemari dan paling pas adalah makan donk. Dan biasanya anak-anak dan ayahnya akan request makanan ini itu dari dapur cinta ibunya :P.

Seringkali juga mereka ikut terjun membuat makanan ini itu kreasi mereka sendiri. Jika liburan, tidak pergi kemana-mana, buku bacaan sudah ludes dilahap dan rasa bosan mulai melanda, maka cara ampuh untuk menghalau bosan dan bete anak-anak adalah mengajak mereka rekreasi di dapur *_^

Sebenarnya saya lebih PD memasak lauk pauk, sayur, puding atau jajanan sederhana yang enggak terlalu ribet bikinnya. Saya masih ragu kalau disuruh membuat kue tart, spiku, roti gulung dan teman-temannya yang membutuhkan waktu, tenaga. Dan hasilnya seringkali mengecewakan :(

Anak-anak sangat suka donat. Dan terus terang, saya sangat jarang membuat sendiri, karena menurut saya donat adalah salah satu makanan yang ribet cara bikinnya.. Seringnya beli di tukang kue langganan, coba-coba rasa di beberapa toko-toko kue rumahan, pernah juga sesekali beli donat dengan merek mentereng dengan harga selangit menurut ukuran kantong saya, pingin coba-coba saja rasanya sekedar biar lidah tidak kaget kalau sewaktu-waktu makan donat mahal hehe.

Beberapa kali mencoba membuat donat sendiri hasilnya tidak begitu memuaskan. Kadang bantat, terlalu coklat warnanya (bahasa halusnya gosong), atau enggak cantik sama sekali bentuk dan penampakannya. Akhirnya jadi malas dan lebih memilih beli, tinggal makan selesai. :)

Karena si Ayah juga suka donat, terutama donat kentang, suatu hari saat hari libur, tiba-tiba nyeletuk “Yuk coba bikin donat kentang!” Setelah berbelanja bahan-bahan, dengan berbekal resep dari buku catatn ditambah dengan browsing kiat sukses membuat donat, kita berempat terjun ke dapur.

Ternyata untuk urusan membuat donat, Ibu nih betul-betul sangat mengandalkan tenaga Ayah. Untuk urusan menguleni adonan Ayahlah yang memegang peran penting, selama ini kalau saya yang nguleni, adonan kurang kalis. Percobaan pertama, hasilnya lumayan bagus, akhirnya minggu depannya diulangi lagi, dan hasilnya hampir mendekati sempurna. Bahkan menurut lidah anak-anak, lebih enak dari yang dijual di toko. Akhirnya sekarang setiap kali pingin membuat donat kentang, pasti deh si Ayah menjadi tenaga inti. Kalau sudah selesai membuat adonan, giliran Ibu yang menggoreng, selanjutnya anak-anak tinggal menghias dengan topping sesuka selera.

Ya... itulah salah satu cara menabur butir-butir cinta ala saya :)). Kalau mau mencoba bikin donat kentang sendiri, resep cara dan tips-nya bisa dilihat di sini yaa... :)



Donat Buntu bentuk Asimetris kreasi Deva & Ais :D





 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...