Sepertiga
Ramadhan sudah terlewati. Tujuan akhir mencapai derajat taqwa semoga sampai dan
tercapai. Aamiin….
Setiap
menjelang dan sepanjang Ramadhan, perintah puasa selalu didengungkan di setiap
mimbar-mimbar ceramah oleh para ustad.
“Hai orang-oran yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertaqwa.” (Q.S
Al-Baqarah : 183)
Selintasan pikiran membawa saya
untuk merenung. Mengapa pula banyak orang berdebat tentang hal-hal remeh temeh
menyangkut menghormati orang yang berpuasa dan sebagian lagi menghormati orang
yang tidak puasa.
Untuk masalah hormat-menghormati
saya kira selama ini sudah berjalan sewajarnya. Andaipun saya puasa dan di
sekitar saya semua orang makan di depan saya, fine-fine saja tuh. Nggak mungkin
kan saya terus berbuka karena tergoda. Demikian juga untuk semua orang yang
melakukan puasa karena dasar iman.
Kecuali Aisyah anak saya dan
teman-teman sebayanya, dulu waktu masih TK dan awal SD belajar puasa, pasti
akan tergoda kalau melihat orang makan di depan dia. Makanya kalau saya sedang
berhalangan nggak puasa harus sembunyi-sembunyi kalau makan. Tapi setelah tahu
perintah dan makna puasa dia juga tenang saja meski ada makanan super enak di
depan dia.
Di ayat itu kan jelas-jelas perintah
puasa ditujukan untuk orang-orang yang beriman, bukan untuk orang-orang muslim
apalagi buat seluruh umat manusia. Jadi bagi orang-orang yang di dadanya ada
iman pasti akan menyambut perintah itu dengan antusias dan gembira. Meski
tantangan di depan menghadang. Bersyukur saya hidup di negeri yang waktu siang
dan malam nya seimbang. Membayangkan saudara-saudara seiman yang tinggal di
belahan dunia lain yang melewati waktu siang lebih panjang.
Ups kok jadi ngalor ngidul.
Sebenarnya saya lagi merenung tujuan akhir puasa. Menjadi orang yang bertaqwa? Sepertinya
kok orang bertaqwa istemewa sekali ya? Yang membedakan kita dihadapan Allah
juga taqwa, tujuan puasa juga taqwa.
Saya jadi ingat pernah mendengar
seorang ustad berkata, “Kalau kita tahu betapa enaknya janji Allah untuk
orang-orang yang bertaqwa, dengan sekuat tenaga pasti kita akan merusaha meraih
derajat itu.”
Sayangnya saya lupa seterusnya, apa
yang diucapkan oleh beliau. Dan pagi ini saat saya membaca surat Ath-Thalaq,
saya jadi ingat tentang itu. Rupanya ini yang dijanjikan oleh Allah buat
orang-orang yang ber-Taqwa.
“Barangsiapa
yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”
(Q.S Ath-Thalaq :2)
“Dan
memberinya riski dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. Ath-Thalaq:3)
“Dan
barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menutupi
kesalahan-kesalahanya, dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (Q.S
Ath-Thalaq : 5)
Membaca ayat-ayat di atas, seketika
air mata menetes. Subhanallah… betapa indahnya janji Allah untuk orang yang
bertaqwa. Dan jika Allah yang berjanji, tak ada ingkar. Benar-benar enak menjadi
orang yang bertaqwa. Tak perlu menunggu balasan di akhirat kelak yang sudah
pasti, bahkan saat di dunia inipun Allah akan langsung membayar tunai
janji-Nya.
Jalan keluar dari kesulitan, rezeki
dari arah yang tidak disangka-sangka, dicukupkan segala keperluannya, Allah
memudahkan urusannya, menutupi kesalahan-kesalahanya dan melipatgandakan
pahala, sungguh tak ada yang lebih indah dan berharga bagi setiap manusia dalam
menjalani hidup di dunia dari itu semua.
Ya Allah… semoga puasa Ramadhan
tahun ini menjadi jalan menuju taqwa. Aamiin…
![]() |
Gambar diambil di sini |
doa seribu dinar ya mak, kata orang Indonesia mah. ini salah satu doa favoritku yang nggak pernah asben dibaca selesai shalat. semoga Allah selalu menegakkan iman dihati kita ya
ReplyDeleteAamiin... saya malah baru tahu istilah doa seribu dinar mak. Saya tahunya istilah doa sapu jagad he. Makasih sudah berkenan mampir dan ningggalin jejak :)
DeleteBaca postingan ini saya jadi malu deh mak..belum bisa istiqamah.Udah nyerah ama kondisi tubuh yang rentan sakit. Semoga dimudahkan oleh Allah ke depannya mak. Oya nunggu difolbek ya (@cputriarty).
ReplyDeleteKeep happy Blogging :)
Aamiin... inshaAllah mak :) Done mak :)
Delete